Pentingnya Etika Orang Jepang Saat Memberikan Uang

budaya jepang amplop jepang

NOSHI BUKURO

「のし袋」

(Amplop khas Jepang untuk diisi uang)

Harus mengisinya dengan lembaran uang kertas yang baru

 

“Perayaan”, dalam bahasa Jepang disebut dengan istilah shūgi「祝儀」, misalkan: tanjōbi「誕生日」(ulang tahun), kekkon shiki 「結婚式」(upacara pernikahan), shussan「出産」 (kelahiran), sotsugyō shiki 「卒業式」 (upacara kelulusan), nyūgaku shiki「入学式 」(upacara masuk universitas), nyūsha「入社」 (masuk kerja), oshōgatsu「お正月」(perayaan tahun baru) dan sebagainya. Istilah kebalikannya adalah bushūgi 「不祝儀」atau “kemalangan”, seperti : osōshiki「お葬式」 (upacara kematian), omimai「お見舞い」 (menjenguk orang sakit) dan lainnya. Dalam masyarakat Jepang, terdapat kebiasaan memberikan goshūgi「ご祝儀」 atau “ uang hadiah perayaan” kepada orang yang menyelenggarakan perayaan.

 

budaya jepang amplop jepang

 

 

budaya jepang amplop jepang
Beragam desain noshibukuro untuk perayaan

 

Noshi bukuro merupakan amplop dengan design khas yang digunakan khusus sebagai tempat uang goshūgi. Dalam masyarakat Jepang, akan dianggap sebuah hal yang tabu jika memberikan uang persembahan tanpa membungkusnya terlebih dahulu. Oleh karena itu, mengapa noshi bukuro sangat dibutuhkan oleh orang Jepang dalam kehidupan sehari-harinya. Orang Jepang selalu menyertakan perasaannya ketika memberikan uang persembahan kepada orang lain. Sehingga mereka sengaja menggunakan lembaran uang kertas baru atau disebut dengan pinsatsu 「ピン札」.

 

budaya jepang amplop jepang
ピン札 pin-satsu

 

Berapa jumlah nominal yang dimasukkan dalam noshi bukuro benar-benar diperhitungkan dari pertimbangan perasaan pemberi kepada penerima,baik dipengaruhi dari segi kedudukan sosial pemberi atau bahkan berdasarkan kebiasaan setempat.

 

budaya jepang amplop jepang

 

 

budaya jepang amplop jepang
noshibukuro untuk perayaan pernikahan

 

Sementara itu, kebiasaan memberikan uang kepada orang lain dalam hal bushūgi juga dilakukan, namun ketentuannya sedikit berbeda. Orang Jepang akan menghindari menggunakan lembaran uang yang benar-benar masih baru, tetapi cukup dengan uang yang masih terlihat bersih. Akan dianggap tidak baik jika seseorang memberikan bingkisan uang pinsatsu pada saat omimai (menjenguk orang sakit) atau pada saat bushūgi lainnya, karena akan memberikan kesan bahwa si pemberi bingkisan uang telah mempersiapkan uang musibah kepada orang lain. Amplop yang digunakan sebagai tempat uang juga menggunakan noshi bukuro.

 

budaya jepang amplop jepang
noshi bukuro saat menjenguk orang sakit (omimai)

 

 

budaya jepang amplop jepang
noshi bukuro saat menghadiri pemakaman (ososhiki)

 

 

Shared by: The Japan Scribe

 

 

THE JAPAN SCRIBE

Learning Japanese For a Better Life

 

 

Referensi buku persiapan JLPT dengan materi berkualitas, penjelasan pembahasan di setiap soalnya, lengkap dengan rangkuman materi pola kalimat, kosakata, dan daftar Kanji yang SANGAT MEMUDAHKAN PROSES PERSIAPAN OTODIDAK TANPA DIDAMPINGI PENGAJAR. Sudah dilengkapi dengan CD Audio Listening.

Strategi & Bank Soal JLPT

 

 

*SPECIAL PROMO*

Bagi teman-teman yang memesan langsung buku Strategi & Bank Soal JLPT secara online, ke kontak The Japan Scribe, akan kami berikan harga

Rp159.000,-

Harga umum di Gramedia seluruh Indonesia adalah Rp180.000,-

Bagi yang berminat, silakan lagsung menghubungi The Japan Scribe:

0857-3635-1918

(WhatsApp & LINE)

Jangan lupa untuk menyertakan nama lengkap dan alamat lengkap tujuan pengiriman buku

 

 

JP SMART SIM-SIMCard Jepang Pilihan Terbaik

sim card jepang murah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *