Bertamu ke Rumah Orang Jepang? 10 Hal Ini Wajib Kamu Ketahui Terlebih Dahulu

 

Orang Jepang itu sangat menjunjung tinggi kesopanan. Dalam banyak hal, etika dan moral dalam berperilaku sangat diperhatikan, termasuk tata krama dalam bertamu ke rumah orang Jepang. Kebiasaan setiap keluarga di Jepang akan berbeda, tetapi secara umum tata krama untuk bertamu di rumah orang Jepang adalah sebagai berikut.

 

  1. Memberi Tahu Terlebih Dahulu

masyarakat jepang

 

Ternyata, seberapa dekat pun pertemanan Anda dengan orang Jepang, jika Anda berkunjung ke rumah tanpa memberi kabar terlebih dahulu, maka akan dianggap tidak sopan. Hal ini bisa dikarenakan oleh pemilik rumah yang tidak siap untuk kedatangan seorang tamu di rumahnya. Oleh karena itu, apabila hendak bertamu, silakan memberi tahu tuan rumah paling tidak satu minggu sebelumnya atau maksimal sehari sebelumnya.

 

 

  1. Datang Tepat Waktu

 

masyarakat jepang

 

Sudah tidak diragukan lagi bahwa orang Jepang sangat menghargai waktu. Tidak ada toleransi untuk keterlambatan. Maka jangan sampai terlambat. Namun apabila ada keadaan mendesak yang membuat kedatangan Anda sedikit terlambat, segeralah memberi kabar kepada tuan rumah.

Datang terlalu awal dari jam yang ditentukan pun juga dianggap tidak sopan. Tuan rumah mungkin sedang repot merapikan rumah, menyiapkan makanan, atau menyiapkan untuk kunjungan Anda nantinya.

 

 

  1. Jam yang Tepat Untuk Bertamu

masyarakat jepang

 

Sama seperti di Indonesia, ada jam-jam tertentu yang dianggap pantas untuk bertamu dan menerima tamu. Jam-jam yang disarankan untuk bertamu ke rumah orang Jepang ialah sekitar pukul 10.00 sampai dengan 11.00 pada pagi hari, atau pada sore hari pukul 14.00 sampai dengan pukul 16.00. Apabila Anda datang terlalu pagi, akan bersamaan dengan jam sarapan pagi dan apabila terlalu malam, misalnya di atas pukul 17.00 maka akan bersamaan dengan jam makan malam. Jadi, dikhawatirkan akan merepotkan tuan rumah.

 

 

  1. Jangan Mengajak Orang Lain Tanpa Persetujuan dari Tuan Rumah

masyarakat jepang

 

Jika bertamu ke rumah orang Jepang, Anda mungkin berpikir untuk mengajak orang lain untuk bergabung. Tetapi sebaiknya Anda menanyakan hal ini terlebih dahulu kepada tuan rumah. Datang bersama orang lain tanpa izin juga merupakan sesuatu yang tidak sopan bagi orang Jepang, meskipun tuan rumah juga mengenal orang yang Anda ajak berkunjung.

 

 

  1. Melepas Jaket atau Mantel

masyarakat jepang

 

Berkebalikan dengan budaya Barat yang tetap mengenakan jaket atau mantel sampai ke dalam rumah, setibanya di rumah orang Jepang, maka sebelum membunyikan bel, sebaiknya Anda melepas jaket atau mantel yang Anda kenakan. Juga apabila Anda ingin memakainya kembali, pakailah di depan genkan (pintu masuk di rumah orang Jepang). Pernahkah Anda berpikir bahwa pakaian terluar yang Anda kenakan mungkin membawa kotoran atau debu sehingga dikhawatirkan akan mengotori di dalam rumah?

 

 

  1. Ucapkan Salam Pada Saat Masuk Rumah

masyarakat jepang

 

Setelah pintu ditutup, Anda akan memasuki area genkan atau pintu masuk ke ruang tamu atau bagian dalam rumah orang Jepang. Di area ini, ucapkanlah salam kepada tuan rumah dengan lembut. “Gobusata shite orimasu (lama tidak berjumpa)” atau “Ojyama itashimasu (maaf mengganggu)” adalah salam yang umum diucapkan. Setelah itu, tuan rumah akan mempersilakan Anda masuk dengan mengucapkan “Douzo, oagari kudasai (silakan masuk)”. Kemudian Anda boleh melepas sepatu Anda. Jangan lupa juga untuk mengucapkan “Shitsurei shimasu (permisi)”. Perlu juga untuk diingat, jangan mengucapkan salam sambil menutup pintu karena akan menimbulkan kesan bahwa Anda sedang terburu-buru.

 

 

  1. Bawalah Temiyage untuk Tuan Rumah

masyarakat jepang

 

Memberikan temiyage atau buah tangan untuk tuan rumah adalah sebuah hal yang lazim di Jepang. Temiyage yang diberikan, harus dipilih dengan seksama dan dengan memikirkan keadaan tuan rumah, seperti jenis makanan atau barang yang disukai, berapa jumlah anggota keluarganya, komposisi usia keluarganya, lebih baik lagi apabila Anda mengetahui apakah ada alergi makanan tertentu atau tidak. Tentu akan membuat mereka senang, bukan? Temiyage sebaiknya diberikan pada saat setelah mengucapkan salam. “Kore, omiyage** desu (ini, oleh-oleh).” adalah ungkapan yang biasa diucapkan untuk memberikan temiyage. Ungkapan lain yang bisa Anda ucapkan adalah “Tsumaranai mono desuga..” **omiyage = temiyage. Keduanya adalah sinonim.

 

 

  1. Duduk di Zabuton

masyarakat jepang

 

Zabuton adalah bantal duduk yang biasanya terdapat di ruang tatami  (semacam ruangan berlantai jerami) di rumah orang Jepang. Sepintas terlihat hanya seperti bantal biasa. Tetapi tahukah Anda bahwa ada tata krama tertentu yang diasosiasikan ketika akan menduduki zabuton ini? Pertama, jangan pernah duduk sebelum tuan rumah mempersilakan Anda untuk duduk. Kedua, duduk dengan cantik. Namun, bagaimanakah urutan untuk menduduki zabuton ini?

1) Ambil sisi kiri dari zabuton.

2) Berjongkoklah dan tangan Anda menyentuh lantai.

3) Geser badan Anda ke arah kanan (ke arah letak zabuton).

4) Duduk di atas tumit anda dan ambil posisi yang nyaman.

5) Letakkan tangan di atas lutut sambil setengah menggenggam, tetapi jangan terlalu kuat.

Posisi duduk dengan urutan di atas adalah posisi yang sempurna (seiza) pada saat duduk di atas zabuton. Apabila Anda ingin beranjak dari tempat duduk Anda, lakukan urutan di atas secara terbalik.

 

 

  1. Posisi Duduk Anda vs Posisi Duduk Tuan Rumah

masyarakat jepang

 

Orang Jepang mengenal istilah ‘Urutan Tempat Duduk’ atau Sekiji dimana ada tempat duduk yang istimewa dan tempat duduk biasa. Baik di ruangan tatami ataupun bukan, sebuah kursi yang letaknya jauh dari pintu masuk, disebut kamiza atau tempat duduk kehormatan. Sedangkan kursi yang letaknya dekat dengan pintu masuk disebut shimoza atau tempat duduk biasa. Kebiasaan setiap keluarga di Jepang mungkin berbeda, tetapi sebaiknya Anda tanyakan terlebih dahulu kepada tuan rumah, sehingga tidak akan menimbulkan kesan bahwa Anda ‘mencuri tempat seseorang”.

 

 

  1. Jangan Tinggal Lebih Lama dari Waktu yang Sewajarnya

masyarakat jepang

 

Setelah dijamu dengan makanan dan minuman, bersantai sejenak sambil memeriksa smartphone Anda mungkin hal yang menarik. Apalagi sampai merebahkan badan atau menaikkan kaki ke atas kursi. Tetapi jangan lakukan hal itu apabila bertamu ke rumah orang Jepang. Hal ini sangat tidak sopan dan tuan rumah akan menganggap Anda tidak menghargai mereka. Untuk itu, jangan tinggal lebih lama dari yang sewajarnya. Segeralah pamit undur diri jika sudah tidak ada hal lain yang perlu untuk dilakukan. Ingatlah bahwa Anda berada di rumah orang lain. Tetap jaga kesopanan karena perilaku Anda akan mencerminkan kepribadian Anda sendiri.

Sebagian dari Anda mungkin menganggap bahwa tata krama dengan orang Jepang itu sangat rumit. Banyak aturan-aturan yang harus dijalankan. Namun, perlu dilihat kebaikan dari setiap aturan tersebut. Akan ada banyak kebaikan lainnya yang bisa Anda peroleh kedepannya.

 

By: Citra Ayu Pratiwi

 

 

THE JAPAN SCRIBE

Learning Japanese For a Better Life

 

Referensi buku persiapan JLPT dengan materi berkualitas, penjelasan pembahasan di setiap soalnya, lengkap dengan rangkuman materi pola kalimat, kosakata, dan daftar Kanji yang SANGAT MEMUDAHKAN PROSES PERSIAPAN OTODIDAK TANPA DIDAMPINGI PENGAJAR. Sudah dilengkapi dengan CD Audio Listening.

Strategi & Bank Soal JLPT

 

*SPECIAL PROMO*

Bagi teman-teman yang memesan langsung buku Strategi & Bank Soal JLPT secara online, ke kontak The Japan Scribe, akan kami berikan harga

Rp159.000,-

Harga umum di Gramedia seluruh Indonesia adalah Rp180.000,-

Bagi yang berminat, silakan lagsung menghubungi The Japan Scribe:

0857-3635-1918

(WhatsApp & LINE)

Jangan lupa untuk menyertakan nama lengkap dan alamat lengkap tujuan pengiriman buku

JP SMART SIM-SIMCard Jepang Pilihan Terbaik

sim card jepang murah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *