TAKUT GAGAL= TIDAK AKAN SUKSES: Pelajaran Dari Kegagalan Pemimpin HONDA, Soichiro Honda

perusahaan jepang

Saat merintis bisnisnya, Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia bukan siswa cerdas di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru. Nilainya pun jelek. Ia berasal dari keluarga miskin. Fisiknya lemah, tidak tampan sehingga membuatnya sering merasa rendah diri.

Pada usia 15 tahun, ia pergi ke Jepang dan bekerja di Hart Shokai Company. Melihat ketekunan dan keterampilannya, atasannya memerintahkan untuk membuka cabang di tempat kelahirannya. Usahanya pun cepat berkembang. Tetapi ia tidak puas bekerja di tempat orang lain. Ia memutuskan untuk keluar dan mendirikan usaha pembuatan ring piston, tetapi karena ring piston buatannya tidak sesuai standar, Toyota menolaknya.. Akibat kegagalan itu, ia jatuh sakit dan dirawat selama dua bulan. Setelah itu ia melanjutkan kuliah untuk menambah ilmunya. Sepulang kuliah ia segera mempraktikan ilmunya. Akan tetapi, satu tahun dalam masa perkuliahannya ia terpaksa dikeluarkan dari universitas karena sering absen.

the japan scribe

“Saya merasa sekarat karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya”, katanya. Ia menjelaskan kepada rektornya bahwa tujuan ia kuliah adalah untuk mencari ilmu, bukan untuk mencari ijazah. Penjelasan itu dianggap sebagai penghinaan oleh rektornya.

Berkat usaha kerasnya, ring piston buatannya bisa diterima dan mendapat kontrak dari Toyota. Ia berencana membuat pabrik besar. Akan tetapi, sekali lagi niat besarnya ini kandas. Pemerintah tidak bersedia memberi dana karena JEpang sedang menghadapi perang pada saat itu. Soichiro tidak kehabisan akal. Ia mengumpulkan modal dari beberapa orang dan mendirikan pabrik. Ternyata, cobaan hidupnya masih datang kembali, yaitu: selama perang, pabriknya terbakar. Namun ia tidak menyerah begitu saja. Ia kembali bangkit, berusaha mengumpulkan sisa-sisa modal dan mendirikan pabrik lagi. Dan sekali lagi, karena peperangan yang belum bisa mereda, pabriknya terbakar kembali untuk kedua kalinya.

the japan scribe

Ia belum juga patah semangat. Kemudian, ia memerintah karyawannya untuk mengumpulkan kaleng benzol dari tantara Amerika dan mendirikan pabrik kembali. Tanpa diduga, gempa melanda Jepang dan pabriknya hancur untuk kesekian kalinya. Akhirnya, ia menjual pabriknya kepada Toyota dan mulai berusaha di bidang yang lain, tetapi masih saja hanya kegagalan yang ia terima.

Tahun 1947, kondisi perekonomian Jepanf porak-poranda karena kekalahan perang. Bensin menjadi langka sehingga Soichiro tidak dapat menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, akhirnya ia mencoba memasang motor kecil pada sepeda. Itulah yang menjadi cikal bakal lahirnya perusahaan otomotif Honda. Sepeda bermesin itu diminati para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan. Soichiro kehabisan stok. Di sinilah Honda mendapat ide dan memutuskan mendirikan pabrik kembali. Kali ini adalah pabrik motor. Sejak saat itu, kesuksesan Honda dimulai dan kita bisa menyaksikannya hingga saat ini.

the japan scribe

Apapun yang terjadi, jangan menyerah. Yakinlah bahwa setiap usaha yang terbaik adalah poin untuk ditukarkan dengan kesuksesan yang bisa jadi datang dari arah yang tidak terduga.

beli buku bahasa jepang

Toko Buku Bahasa Jepang Online

Kelas Bahasa Jepang Online
Persewaan Yukata
Jasa Penerjemah Bahasa Jepang

KAMUS INSTAN BAHASA JEPANG

Solusi TEPAT Menghafal kosakata Bahasa Jepang dengat CEPAT

kamus instan bahasa jepang

budaya jepang. belajar bahasa jepang. bahasa jepang mudah. buku bahasa jepang. the japan scribe. japanese online book store. buku murah bahasa jepang. pola kalimat bahasa jepang. minna no nihongo. buku jlpt. buku kanji. the japan scribe. toko online buku bahasa jepang. buku budaya jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *