Budaya Kerja di Jepang: Mengapa SENIORITAS Sangat Kuat Dalam Lingkup Perusahaan?

budaya jepang
Pokoknya ” tidak melawan atasan sampai pensiun”.

Mengapa Hubungan antara “atasan” / joushi 上司 dan “bawahan”/ buka 部下 begitu kuat dalam lingkup kehidupan kerja di perusahaan Jepang?

Jika ditinjau strutur organisasi pada perusahaan di Jepang, terlihat bahwa hubungan atasan dan bawahan itu erat sekali. Pokoknya ” tidak melawan atasan sampai pensiun”. Suasana ini diawali dan dipengaruhi oleh masyarakat “petani” yang mengenal sistem “organisasi vertikal”, yaitu:

Hierarki wewenang dan tanggung jawab dalam organisasi mulai dari pejabat tertinggi sampai dengan pejabat terendah.

budaya jepang

Masyarakat petani merupakan sekelompok orang yang menerapkan sistem piramida yang polanya juga terlihat dalam “pegulat Sumo 相撲”. Jadi, di dalam masyarakat petani kita mengenal beberapa jabatan dan tugas, misalnya: memimpin menabur benih, ada orang yang bertugas mendistribusikan benih , yang menanam padi dan lain sebagainya.

Pemimpin berada di atas dapat disamakan dengan “Yokozuna 横綱” yang merupakan “posisi tertinggi dalam sistem gulat Sumo”. Sedangkan bagian bawahan menganggap bahwa pertanian merupakan tempat pekerjaan mereka yang tepat. Oleh karena itu, mereka harus bekerja sama sebagai teamwork”. 

Keadaan para pekerja dalam sebuah perusahaan Jepang pun serupa dengan ilustrasi di atas. Para bawahan harus bisa bekerjasama dengan yang lainnya di bawah pimpinan atasannya agar dapat bertahan. Kalau tidak, mereka tidak akan bertahan lama berada dalam perusahaan di mana ia bekerja.

budaya jepang

Dengan penyebab itulah, para bawahan enggan melakukan konfrontasi dengan atasan karena adanya ketakutan akan kehilangan situasi yang aman. Selain itu hal ini akan membuat hubungan antara atasan dan bawahan semakin kuat sesuai dengan porsi kedudukan mereka masing-masing.

Dengan demikian, para pekerja acuh terhadap apa saja yang dilakukan atasannya. Buruknya, hal ini menyebabkanbeberapa pemimpin Jepang membuat kesalahan ekonomi, karena menganggap dirinya sudah yang paling benar memutuskan suatu hal atau membuat tindakan.

Padahal kenyataannya, dalam era teknologi yang serba cepat ini sebuah perusahaan harus memiliki sensitifitas dan adaptasi yang tinggi terhadap apa yang sedang trend di dunia. Dan tentu saja, orang yang paling paham dengan apa yang sedang menjadi trend di dunia, mayoritas adalah kalangan muda. Sebagai pemimpin yang bijak, hendaknya juga membuka diri dengan informasi dari para bawahannya yang biasanya mayoritas usianya lebih muda tapi memiliki informasi yang bermanfaat untuk mengembangkan produk perusahaannya sesuai permintaan dunia.

Ingin tahu contoh fatalnya atasan yang membuat kesalahan besar dalam perekonomian? Yaitu:

Perusahaan besar KODAK yang kini tidak bisa bertahan

eksis di dunia,

tergulung perkembangan teknologi yang cepat.
budaya jepang

Diadaptasi dari buku ” Why Are Japanese People Dilligent, Skilfull and Rich?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *